Rabu, 27 September 2017

Jenis-Jenis Keputihan dan Penyebabnya


Semua perempuan pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini berfungsi untuk membersihkan dan melindungi miss v  dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan.
Saat mengalami keputihan, seorang perempuan akan mengeluarkan lendir atau cairan  dari miss v nya. Lendir atau cairan  yang diproduksi kelenjar dalam miss v  dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga miss v  tetap bersih.
Ciri-ciri Keputihan
Jumlah, warna, serta kekentalan lendir atau cairan  keputihan tergantung pada siklus menstruasi yang dialami oleh seorang perempuan. Contohnya, jumlah lendir atau cairan  akan lebih banyak pada masa subur atau menyusui.
Lendir atau cairan  yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan dan tidak berbau. Lendir atau cairan  tersebut juga biasanya tidak disertai gatal atau rasa perih pada daerah miss v .
Jika mengalami keputihan dengan gejala berbeda, Anda sebaiknya waspada. Keputihan yang abnormal terkadang bisa mengindikasikan adanya penyakit tertentu. Misalnya, ada perubahan pada warna dan kekentalan lendir atau cairan , jumlah lendir atau cairan  yang berlebihan, bau lendir atau cairan  yang tajam, pendarahan di luar jadwal haid, serta rasa gatal di sekitar miss v  dan sakit pada perut.
Keputihan yang abnormal juga sangat jarang dialami oleh remaja putri yang belum melewati masa pubertas dan perempuan yang telah menopause. Karena itu, segera periksakan diri ke dokter jika Anda, anak Anda, atau ada anggota keluarga lain yang mengalaminya.
Jenis-jenis Keputihan yang Abnormal
Keputihan yang abnormal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini juga terkadang dapat menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu sehingga sebaiknya diwaspadai. Berikut ini adalah penjelasan jenis-jenis keputihan yang abnormal:
Keputihan dengan lendir atau cairan  berwarna cokelat atau mengandung darah
Keputihan ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap perlu diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari kanker serviks atau rahim.
Keputihan disertai rasa sakit atau pendarahan
Rasa sakit pada tulang panggul atau saat kencing serta munculnya pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, dapat mengindikasikan gonore atau chlamydia (klamidia).
Jika dibiarkan, kedua penyakit menular seksual ini dapat memicu infeksi serius pada organ reproduksi perempuan. Karena itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan dengan antibiotik.
Keputihan dengan lendir atau cairan  berwarna hijau, kuning, atau berbuih
Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas miss v lis. Lendir atau cairan  akibat infeksi ini biasanya berjumlah banyak, berbau amis, dan disertai rasa perih saat kencing.
Pembengkakan dan gatal di sekitar miss v  serta sakit saat kencing dan berhubungan intim juga akan dialami oleh penderita trikomoniasis. Infeksi ini juga dapat diatasi dengan antibiotik.
Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital
Penyebab jenis keputihan abnormal ini biasanya adalah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di sekitar organ intim.
Metode pengobatannya dilakukan dengan konsumsi tablet antivirus. Namun, kekambuhan mungkin terjadi karena virusnya tetap berada dalam tubuh pengidap meski gejala-gejalanya sudah hilang.
Keputihan dengan lendir atau cairan  kental, berwarna putih, dan disertai rasa gatal
Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur pada miss v . Indikasinya berupa lendir atau cairan  yang kental, tanpa bau, dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala-gejala lain yang menyertainya dapat berupa rasa gatal dan perih di sekitar miss v .
Infeksi ini tidak menular melalui hubungan seks dan dialami oleh sebagian besar perempuan. Pengobatannya dapat dilakukan dengan obat antijamur yang dijual bebas di apotek.
Keputihan dengan lendir atau cairan  encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis
Perubahan keseimbangan pada jumlah bakteri normal di miss v  dapat menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir atau cairan  keputihan yang muncul akan berbau amis, encer, dan berwarna putih atau abu-abu, tapi tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks. Infeksi ini dapat ditangani dengan antibiotik.
Proses Diagnosis keputihan
Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatan Anda, serta gejala-gejala apa saja yang Anda alami. Pertanyaan seputar gejala yang mungkin ditanyakan antara lain adalah waktu awal munculnya keputihan, riwayat hubungan seksual, serta deskripsi keputihan yang Anda alami seperti bau, warna, serta ada tidaknya rasa gatal, sakit, atau sensasi seperti terbakar.
Setelah itu, dokter mungkin akan mengambil sejumlah cairan keputihan atau melakukan pemeriksaan Pap smear untuk kemudian diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
Pengobatan dan Pencegahan Keputihan
Jenis pengobatan keputihan sangat bergantung dari penyebabnya seperti jamur ataupun bakteri. Jadi jangan sampai Anda menggunakan obat yang tidak sesuai dengan penyebabnya karena keputihan bisa bertambah parah. Misalnya, keputihan yang disebabkan jamur maka harus diatasi dengan antijamur atau antiseptik keperempuanan, atau saat keputihan disebabkan oleh bakteri maka harus diatasi dengan antibiotik ataupun antiseptik keperempuanan. Jenis pengobatan pun beragam mulai dari pil yang diminum hingga salep ataupun cairan yang dioleskan di bagian dalam kemaluan.
Di samping anti jamur ataupun antibiotik, larutan antiseptik keperempuanan yang mengandung povidone–iodine yang memiliki sifat bactericidal (membunuh bakteri) dan fungicidal (membunuh jamur) dapat menjadi langkah pertama untuk mengatasi keputihan.  Antiseptik keperempuanan ini dapat mengatasi keputihan dengan penyebab jamur dan bakteri seperti keputihan akibat protozoa Trichomonas miss v lis, jamur Candida albicans, serta bakteri Gardnerella miss v lis.
Keputihan dapat dihindari dengan beberapa cara mudah, antara lain dengan membersihkan bagian luar organ intim keperempuanan secara teratur (terutama pada saat menstruasi dan setelah berhubungan seksual) dari arah depan ke belakang (jangan sebaliknya) untuk mencegah bakteri masuk ke dalam miss v . Kemudian gunakan pakaian dalam dengan bahan yang nyaman agar tidak lembap dan lengket, dan jangan memasukan benda asing ke dalam miss v  tanpa sepengetahuan dokter.
Pada perempuan yang sering mengalami keputihan berulang, dapat diatasi dengan menggunakan antiseptik keperempuanan dengan kandungan povidone–iodine dua kali sehari selama lima hari berturut–turut. Dari beberapa penelitian, povidone–iodine memiliki kelebihan, yaitu mampu mempertahankan kadar bakteri baik di miss v , termasuk mengatasi iritasi, gatal, dan bau tak sedap pada miss v . Pembersih keperempuanan sehari–hari saja tidak dapat digunakan untuk mengatasi keputihan ataupun infeksi di area keperempuanan seperti iritasi, gatal, dan bau tak sedap.
Dan, jika keputihan terus berlanjut,maka dianjurkan berkonsultasi dahulu kepada dokter.


Load disqus comments

0 komentar